Selasa, 01 Mei 2012

STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN FARMASI


Setiap kurikulum yang pernah dipakai masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan KTSP dibandingkan dengan kurikulum pendahulunya adalah bahwa KTSP dapaty mendorong terwujudnya otonomi penyelenggaraan pendidikan oleh Sekolah. Dengan otonomi tersebut, sekolah bersama dengan komite sekolah dapat secara bersama-sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi lingkungan sekolah tersebut. Dalam merumuskan KTSP, sekolah tidak bisa berjalan sendiri tetapi harus bermitra dengan stakeholder pendidikan, misalnya, dunia industri, kerajinan, pariwisata, petani, nelayan, organisasi profesi, dan sebagainya agar kurikulum yang dibuat oleh sekolah benar-benar mampu menjawab dan memenuhi kebutuhan di daerah di mana sekolah tersebut berada.
KTSP juga dapat mendorong guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan kreativitas mereka dalam penyelenggaraan program pendidikan. Sekolah dan guru diberi keleluasaan untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan KTSP tersebut sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan oleh sekolah. Sekolah dan guru dapat dengan leluasa mengembangkan standar yang lebih tinggi dari standar isi dan standar kompetensi lulusan yang telah ditentukan. KTSP juga memberikan ruang bagi setiap sekolah untuk lebih menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa. Sekolah dan guru memiliki kebebasan yang luar biasa untuk mengembangkan kompetensi siswanya sesuai dengan lingkungan dan kultur daerahnya.,karena KTSP tidak mengatur secara rinci kegiatan belajar mengajar di kelas.
Dalam penerapannya, KTSP menemui banyak kendala seperti masih minimnya kualitas guru dan sekolah. Sebagian besar guru belum bisa diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan ide-ide kreatif untuk menjabarkan KTSP tersebut baik di atas kertas maupun di depan kelas. Selain disebabkan oleh rendahnya kualifikasi, juga disebabkan pola kurikulum lama yang terlanjur mengekang kreativitas guru. Tidak tersedianya sarana dan prasarana yang lengkap dan representatif juga merupakan kendala yang banyak dijumpai di lapangan, banyak satuan pendidikan yang minim alat peraga, laboratorium serta fasilitas penunjang yang menjadi syarat utama pemberlakuan KTSP.
Terlepas dari kendala tersebut, pada masa awal pemberlakuan KTSP cukup membawa angin segar pada sistem pendidikan di Indonesia. Secara prinsip, KTSP dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi, kerakteristik daerah dan sosial budaya masyarakat setempat. KTSP dianggap sebagai kurikulum otonom yang berbasis kerakyatan, karena dalam KTSP dijamin adanya muatan kearifan lokal, guru juga diberikan kesempatan untuk memaksimalkan segala potensi yang ada dimasing-masing daerah.

A.  STRUKTUR KURIKULUM
1.  Struktur Kurikulum Kelas X
a)    Kurikulum Kelas X terdiri atas:
-  22 mata diklat, 1692 jam pelajaran teori, 144 jam praktek
- Bahasa dan Budaya Sunda, Analisis Kimia Farmasi, Pengenalan Senyawa Obat, 4 Praktikum Kimia Analisis Kualitatif,  Praktikum Kimia Analisi Kuantitatif, Anatomi fisiologi Manusia )
-  program pengembangan diri.
b)    Sekolah tidak menambah alokasi waktu untuk setiap Mata Diklat. Jam pembelajaran untuk setiap Mata Diklat dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.
c)    Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 45 menit.

2.  Struktur Kurikulum Kelas XI
a)    Kurikulum Kelas XI terdiri atas:
         - 26 Mata Diklat, 1692 jam pelajaran teori, 432 jam prakteki
 - program pengembangan diri.
b)    Sekolah tidak menambah alokasi waktu untuk setiap Mata Diklat. Jam pembelajaran untuk setiap Mata Diklat dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.
c)    Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 45 menit.


3.  Struktur Kurikulum Kelas XII
a)    Kurikulum Kelas XI terdiri atas:
-    1764 Mata Diklat 1368 jam pelajaran teori dan 396 jam pelajaran praktek
-    program pengembangan diri.
b)    Sekolah tidak menambah alokasi waktu untuk setiap Mata Diklat. Jam pembelajaran untuk setiap Mata Diklat dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.
c)    Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 45 menit.

B. MUATAN KURIKULUM
Muatan Kurikulum SMK YBKP Farmasi Garut meliputi sejumlah Mata Diklat yang keluasan dan kedalamannya sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh BSNP, dan muatan lokal yang dikembangkan oleh sekolah serta kegiatan pengembangan diri. 
1.  Mata Diklat
Mata Diklat terdiri dari beberapa kelompok sebagai berikut:
a)    Mata Diklat Normatif : Pendidikan Agama, Pendidkan kewarganegaraan dan Kepribadian, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Olah Raga
b)    Mata Diklat Adaptif : Matematika, Bahasa Inggris, Komputer, Kewirausahaan, Fisika, Ilmi Kimia, Biologi
c)    Mata Diklat Produktif : Ilmu Resep, Farmakologi, farmakognosi, Manajemen Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Peraturan Perundang-Undangan Kesehatan, Fisika Farmasi, Kimia Organik, Kimia Anorganik, Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif, Praktikum Kimia Analisis Kualitatif
d)    Mata Diklat Muatan Lokal : Mata Diklat yang termasuk ke dalam mualtan lokal sementara ini adalah pelajaran budaya dan Bahasa Sunda,


2 komentar:

Azwar Rangkuti mengatakan...

wah info bermanfaat

Andi Sya'bandi mengatakan...

SaƩ.

Poskan Komentar

 
Design by Automotive | Bloggerized by Free Blogger Templates | Hot Deal